"Surga Dunia.. Penjara Akhirat.." Atau "Penjara Dunia.. Surga Akhirat.." Bagian (II)
Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Segala puji bagi Allah… Segala puji milik Allah… Tuhan semesta Alam..
Aku bersaksi tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah.. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad ialah hamba dan utusan Allah..
Hanya kepada Allah kami menyembah… Hanya kepada Allah kami memohon pertolongan… Hanya kepada Allah kami berharap... Hanya kepada Allah tempat bergantung segala sesuatu.. Hanya kepada Allah kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk yang menghembuskan godaan yang sesat..
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Shallawat, sallam, rahmat, & berkah semoga Allah azza wa jalla curahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya, tabi’in, tabiit tabi’in..
Semoga Ampunan, salam, rahmat, & berkah semoga Allah curahkan kepada kami hamba-hamba Allah azza wa jalla sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam sampai hari akhir nanti… Amiin…
“Mendapatkan Hidayah Allah….!
Setelah selesai Makan.. Akupun cerita tentang semua perjalananku dari mulai pertama berangkat kebandung untuk kuliah,berangkat keluar negeri, kerja dijakarta, sampai sekarang Aku duduk dirumahku kembali..
Disela-sela cerita ibuku terus menangis, Akupun begitu… hmmmm.. Astaghfirullah…
Akupun terus meminta maaf sama ibuku.. terus memeluk ibu sambil menangis tersedu-sedu… Air matapun terus menetes..
Ibukupun berucap..!!!
“Ya pasti ibu maafin.. tapi siti harus jadilah anak yang shalihah kedepannya nakk..”
“pakai lagi jilbabnya yang rapi mulai hari ini dan jangan pernah dilepas selain didepan mahram”
“soal masalah hutangmu yang besar itu serahkan saja sama Allah dengan banyak taubat”
“Ibu kan sudah tua.. Justru mungkin beberapa saat lagi, ibu sudah tidak ada lagi di sisi kalian..”
”Jadi tidak bisa selalu menasihatimu Dan mendo’akanmu kelak..”
“Justru mungkin beberapa saat lagi, ibu sudah tidak ada lagi di sisi kalian..”
Akupun menangis mendengar kata-kata ibu…
“Kapan nikah nakkk” .. tiba-tiba ibu menanyakan itu..!!!
Akupun terdiam..!!! karena dulu Aku berfikir suamiku harus sederajat denganku, punya banyak harta, pendidikan formalnya tinggi minimal harus S2 sama dgnku, ganteng, punya jabatan tinggi,dll. yang bersifat dunia.
“Kenapa diam nak?” tanya ibuku…
Akupun menjawab… “tidak Apa-apa bu… belum ada jodohnya mungkin”
Ibukupun berkata..!!!
“pilih yang shalih saja.. Insya Allah selamat dunia Akhirat..”
hmmm… dalam hatiku bicara.. “kok simple ya permintaan ibu cuman 1 yang shalih”
ibuku bilang…!!!
“Ya udah sekarang bentar lagi shalat maghrib, kita berjamaah dulu bareng ibu, nanti ba’da isya’ kita berangkat bersama ke pak ustadz”
“Iya bu” jawabku..
Shalat berjama’ah maghrib Dan isya’ pun terlaksana bersama ibu.. sepanjang shalatpun aku terus sedih Dan kadang meneteskan Air mata karena merasa banyak dosa.. medengar Ayat-Ayat Al-Qur’an yang ibu bacakan sangat menyentuh qalbu… Aku menangis pula..
Setelah selesai shalat Isya’ Akupun bersama ibu bertamu ke salah satu ustadz di sana Untuk mengadukan kejadian hidupku meminta nasihat..
Bismillah… Akupun memulai lagi berjilbab saat keluar Rumah Karena Allah, kita berjalan kaki melewati Rumah-Rumah tetangga, beberapa orang yang kita kenal bertemu dijalan menyapa kami dengan Ramah…
“Bu’ perasaan Tetangga-tetangga disini pada ramah ya sama kita” ucapku..!
“Iya pada baik semua” jawab ibuku..!
Kami pun bermaksud untuk meminta nasihat soal kejadian hidupku, Dan Apa yang harus Aku lakukan, Aku dan Ibukupun telah nyampai didepan pintu Rumah pa ustadz..
“Assalamu’alaikum….!!! “Tuk..tuk.. tuk…” ibuku mengucapkan salam…
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh.. Silahkan masuk… silahkan duduk” jawab pak ustadz sambil langsung memalingkan mukanya dari pandangan Awal kepada kami, kepandangan kedua kearah kursi sampil menunjukan tangannya kepada kursi untuk mempersilahkan duduk, pak ustadz…


